Sebuah comment panjang dikirimkan oleh seorang kawan (aonekintoun@yahoo.ca). Saya muat di sini dengan harapan bisa menjadi bahan diskusi buat temen-temen semua. Memang agak pedas sih, tapi kayaknya bisa digunakan sebagai materi introspeksi buat kita semua.

===================================================================

Tanggapannya :

Ok guys… Mow numpang comment….

Seperti yang dikatakan abang Suryawan.. diatas..Kita sebagai anak teknik dan khususnya informatika.. yang notabenanya kebanyakan bekerja di depan komputer, seharusnya bisa menetaskan ide… ide cemerlang bagi kelangsungan fakultas.. Lihat saja, Fakultas laen.. :D seperti kawan kita ekonomi… yah… mungkin karena bermodalkan ekonomi mapan… mereka bisa beli hosting dan domain bisa bikin website. Tapi kita, memang kita kalo sudah berujung2 duit… masih berpikir 2 kali untuk berbuat, apakah kita dapat untung?, trus keuntungan yang mungkin kita dapatan apa?? Ok lah.. itu memang standarnya manusiawi. Tapi kita sendiri punya sumber daya sendiri… dan kita bisa bikin sesuatu lebih.. dan lebih.. Menurut saya itu mungkin kurangnya sebuah pemimpin.. Pemimpin yang bisa menelurkan ide ide brilian… Tapi… Walaupun pemimpin itu sudah ada.. yah… pastilah.. ada…. Yang komentar “Jek merintah.. gen.. bisane…” yah.. itu juga jadi kendala utama… Intinya yang diperlukan. Adalah kebersamaan yang bagus tidak hanya berpikir akan “Cepat lulus…”, ingat sobat… biarpun kita cepat lulus… belum tentu kita bisa dapatkan pekerjaan (“Sori deh… bang sur.. :D ”). Ya mungkin sedikit flash back melihat keadaan Fakultas Teknik yang sekarang…. Saya sendiri merasakan sekarang (“Maklum udah jadi macan kampus”), kedekatan antara senior dengan junior itu sudah hamper mendekati nol… Alias “Campah”.

Saya merasakan… memang.. sewaktu pertama kali kita KIM, kita merasa seperti anak kecil yang diolok2, dan kalo memang dilihat dari segi negatif memang seperti ajang balas dendam. tapi.. penggojlokan disini tidaklah sama seperti yang ada di kampus2 lain diluar jawa sana, tidak ada tindak kekerasan seperti pemukulan, paling banter.. disuruh lari keliling lapangan. Atau tidak berdiri dengan satu kaki.… Itikad KIM itu sebenarnya adalah “Kebersamaan”, didalam KIM tersebut walaupun kita atau seseorang dihukum tetapi ujung2nya adalah semua anggota ikut dihukum, itulah inti dari kebersamaan. Manfaat yang saya rasakan kita bisa banyak kenal senior2 kita, kita bisa banyak mendapatkan informasi pengalaman yang nantinya bisa membantu dalam kelancaran perkuliahan. Tapi sekarang bagaimana, anak teknik yang saya kenal dulu…

Kita identik dengan tampang seram rambut gondrong pakaian serampangan, tapi benarnya daleman orangnya baek2 . Tapi sekarang WOOOOOwwwwww inikah Anak Teknik kita sekarang, tampang maskulin, rambut klimis….N fashion show campus. Cemennnnnn… Hujan saja masih takut… . Gimana anak teknik nih sekarang????… wong KIM aja rambutnya masih panjang… N menurut saya Mending KIM itu di hapuskan saja. Ato kalo gak diganti saja jadi “Kemah Ikut-ikutan Mahasiswa”. Mungkin ini terlalu keras yah… tapi mow gimana.. lagi… kalau terus2an seperti ini… citra “Kebersamaan” anak teknik akan pudar….

===================================================================

Nah, buat rekan-rekan yang lain silahkan menanggapi. Kalo mau ga setuju juga ga pa pa. Yang penting sopan, tegas, lugas, dan bertanggungjawab. Ditunggu!


  • Share/Bookmark

One Response to “Comment panjang from friends !”

  1. Fajar says:

    Walaupun aku gak ikut KIM, tapi dengan merasakan bekerja bersama teman2 dalam kepanitiaan membuat aku merasa seperti pernah ikut KIM…
    Menurutku seperti yg dibilang AKW, mungkin mahasiswa zaman sekarang gak pernah tau yang namanya susah, karena hidup mereka selalu di permudah untuk mendapatkan sesuatu (misalnya uang, tinggal menadahkan tangan, dapet deh..), sehingga kesadaran mereka akan lingkungan dan sopan santun bernilai ((10×10)-100) dan yang terlihat dipermukaan adalah yg seperti dibilang AKW (campah katanya..)…
    Tapi siapa yang mau disalahkan??? atau Apa yg mesti dilakukan?? Kita tidak bisa menyalahkan siapa2 dan tidak bisa melakukan apa-apa..
    Dan pada intinya tetap pada kesadaran diri kita sendiri..

    [Reply]

Leave a Reply

(required)

(required)

© 2010 IMS' Blog Suffusion WordPress theme by Sayontan Sinha