Setelah sekian lama mengasingkan diri dari dunia persilatan (baca: dunia perbloggingan), akhirnya saya memutuskan untuk turun gunung (baca: ngeblog lagi). Hehehe… Ya, saya akhirnya memutuskan untuk kembali melanjutkan aktivitas blogging saya, setelah akhirnya saya mendapati kalau suasana hati saya sudah baik kembali. Well, memang ga baik-baik amat sih. Dan memang tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya, karena saya yang sekarang ini adalah hasil dari sebuah proses yang telah saya alami selama kurang lebih dua bulan belakangan ini.

Saya tidak akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di sini, karena saya pikir apa yang saya alami bukan hal yang tepat untuk dijadikan konsumsi publik (halah…). Yang jelas, secara singkat mungkin bisa dikatakan bahwa saya terpukul mundur beberapa langkah dari apa yang sudah saya rencanakan sebelumnya. Dan lagi, saya pikir yang terpenting bukanlah menceritakan apa yang menjadi masalah saya, melainkan apa yang telah saya lakukan untuk keluar dari masalah tersebut.

Sekedar untuk menggambarkan, mungkin suatu saat anda pernah merasa bahwa anda harus menyerah kepada situasi dan kondisi – kalau prang bilang sih, menyerah pada nasib, pada takdir, or whatever you call it lah… (sesuatu yang sangat saya benci) – menyerah pada situasi yang mengharuskan anda berposisi hanya menerima kenyataan saja. Kira-kira itulah yang saya alami.

Selama hampir dua bulan, saya berusaha mencari jawaban atas segudang pertanyaan yang ada di benak saya. Mulai dari kata mengapa, apa, kapan, siapa, dan bagaimana, serta beribu pertanyaan lain muncul di benak saya. Saya berusaha mencari jawabannya ke mana-mana. Semua teman saya datangi, entah kawan lama, baru, bahkan kawan masa kecil saya datangi. Tak satupun yang mampu memberikan jawabannya kepada saya.

Dan sebagai manusia, akhirnya sampailah saya kepada keputusan bahwa hanya Beliau lah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya itu. Dan kepada Beliu lah akhirnya saya memohon, untuk dimudahkan. Dan mungkin anda percaya, entah tidak, sedikit demi sedikit jawaban itu mulai muncul. Dia datang dengan sendirinya dalam pencarian saya. Datang dan muncul dengan caranya sendiri. Seperti Jailangkung lah kira-kira. Hehehe…

Ada pelajaran yang saya dapatkan dari semua ini. Kalau bahasa kerennya hikmah kone (halah…):

  • Beliau tidak akan pernah lupa kepada kita, jika kita tidak lupa kepada Beliau. Asalkan kita tidak malu untuk meminta kepada Beliau, saya yakin Beliau akan mengabulkannya, tentunya dengan cara Beliau sendiri.
  • Betapa pun masalah mendera kita, akhirnya dia akan pergi dengan sendirinya. Saya akhirnya menyadari, bahwa ternyata ada masalah yang bisa selesai hanya dengan membiarkannya berlalu. Tanpa kita harus repot untuk mencari pemecahannya sendiri. Kalau bahasa kerennya sih “Biar waktu yang berbicara”! (halah… hehehe…)
  • Dan ternyata saya mempunyai banyak teman yang memperhatikan saya, yang terkadang saya melupakan mereka ketika saya asyik bermain dengan dunia saya sendiri. Hah… akhir-akhir ini mereka sungguh baik terhadap saya. Terima kasih teman-teman…
  • Ternyata banyak hal di sekeliling saya yang selama ini luput untuk saya perhatikan. Seakan-akan selama ini ada sebuah tembok besar yang selalu menghalangi pandangan saya. Syukurlah tembok itu telah diruntuhkan, sehingga saat ini saya bisa memandang dunia ini dengan lebih luas.
  • Etc…

Sebenarnya masih banyak lagi pelajaran yang saya dapatkan. Biarlah saya simpan untuk diri saya sendiri. Yang jelas, saat ini saya sudah bisa kembali menulis di blog ini. Setidaknya itu permulaan yang bagus bukan?! Hehehe… Semoga saya bisa aktif kembali, berbagi tulisan dengan kawan-kawan blogger lainnya. Apalagi sudah dua kali nih ga ikut acara BBC. Hanya mengikuti perkembangan lewat milis saja kurang lengkap rasanya.

So, let’s start a new life by saying hello to the world again! Life is so beautiful, so don’t waste it for nothing… One said, life must go on… So let’s take a breath, moves forward, and free our mind to continue the journey…

Thank you to one who make this thing happened.


  • Share/Bookmark

12 Responses to “Helldreamer’s Days”

  1. Arie says:

    senang melihat dan membaca tulisan Bli Made lagi .. Welcome Back Sirrr !!!

    hehehehe point 1 setuju banget kek lagunya sapa yah … “aku jauh Engkau jauh aku dekat Engkau dekat” begitulah beliau adanya, semua tergantung daripada kitanya sendiri ….

    [Reply]

  2. aprian says:

    Kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi kita selalu mendapatkan apa yang kita butuhkan … ;)

    Keto kone bli … hehehe :)

    [Reply]

  3. RiRi says:

    makasi kembali sur hehe (loh??)

    [Reply]

  4. anton says:

    horeeee, akhirnya bli wawan datang juga. welcome home..

    [Reply]

  5. maria says:

    keto kone sur??

    jd dah turun gunung ni, kok dulu ga bilang2 sih klo mo hiking?? wkwkwkwk….

    [Reply]

  6. jer says:

    hehe

    ing ngarso sung tulodo
    ing madyo mangun karso
    tut wuri handayani

    saat kapan harus bagaimana selalu ada bro =)

    [Reply]

  7. ick says:

    dunia blog jadi lebih berwarna dengan hadirnya bli sur lagi….

    “hidup lebih indah dengan saling berbagi”

    ten keto bli?

    [Reply]

  8. mfajrinet says:

    Aya-aya waelah.. ;) Lam kenal ya..

    [Reply]

  9. made eka says:

    Smangat bli..
    Seperti kata Pak Gede Prama, yang harus terjadi terjadilah hehehehehe..
    saya juga baru turun gunung dari dunia Blogging..
    salam

    [Reply]

  10. Akhirnya datang juga. Welcum bak yaaa.

    [Reply]

  11. Budi Permadi says:

    Syukurlah,…
    Senyum itu kembali menghiasi wajahmu,…

    [Reply]

  12. [...] yang penting yang sudah terjadi dalam hidup saya belakangan ini. Sekedar mengingat kembali, mungkin postingan ini pernah anda baca sebelumnya. Postingan itu sengaja saya tulis untuk mengingat bahwa pernah terjadi [...]

Leave a Reply

(required)

(required)

© 2010 IMS' Blog Suffusion WordPress theme by Sayontan Sinha