Sebenarnya postingan mengenai kegiatan STT Widya Bhakti ini sudah lama ingin saya tulis, tetapi berhubung kesibukan kantor yang sangat padat jadilah saya baru bisa posting tulisan ini kali ini (Halah, bilang aja malas!!! Hehehehe… :) ).

Sebelumnya saya ingin menceritakan sedikit mengenai istilah Banjar dan STT (Sekeha Teruna Teruni), sehingga pembaca yang awam dengan istilah ini terutama yang tidak tinggal di Bali memiliki gambaran mengenai istilah-istilah tadi. Yang saya singgung di sini mungkin hanya sebatas pengetahuan saya yang terbatas.

Banjar adalah kesatuan sosial masyarakat di Bali di bawah Desa/Kelurahan. Jadi kalau di tempat lain namanya mungkin RW atau Dusun kali ya (Hmm…saya kurang yakin mengenai masalah ini) ? Adapun keberadaan Banjar ini sangat erat dipengaruhi oleh adat dan kultur budaya masyarakat Bali yang sangat dipengaruhi oleh Agama Hindu. Singkatnya banjar merupakan kesatuan sosial masyarakat sekaligus perangkat pemerintahan (setingkat dusun kali ya…).

Di dalam banjar sendiri dibagi lagi menjadi beberapa tempekan-tempekan. Tempekan-tempekan ini merupakan pembagian kelompok masyarakat berdasarkan daerah tempat tinggal mereka di dalam satu wilayah banjar tersebut. Keberadaan tempekan-tempekan antara satu banjar dengan banjar lainnya berbeda. Umumnya pembagian wilayah tempekan ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk di banjar tersebut yang disesuaikan dengan keadaan alam dari wilayah banjar tersebut. Jadi jangan heran jika menemukan nama tempekan dauh tukad (sebelah barat sungai) jika banjar itu memiliki sungai melintasi daerahnya, dangin carik (sebelah timur sawah) jika banjar itu memiliki daerah persawahan dalam wilayahnya, dan lainnya.

Untuk daerah banjar saya sendiri terdapat empat wilayah tempekan. Tempekan Tanggu Kaja (di utara paling luar), Tempekan Tengah Kaja (di utara sebelah dalam), Tempekan Tengah Kelod (di selatan sebelah dalam), dan Tempekan Tanggu Kelod (di selatan paling luar). Adapun penamaan tempekan-tempekan ini menurut orang-orang tua di banjar katanya menurut letak bale banjar yang terletak di antara Tempekan Tanggu Kaja dan Tempekan Tengah Kaja.

Sedangkan STT (Sekeha Teruna Teruni) merupakan kelompok muda-mudi di Bali yang ada di tingkat banjar. Untuk di tingkat desa tetap ada Karang Taruna seperti di daerah-daerah lain, namun jujur saja untuk di Bali Karang Taruna ini kalah pamor dibanding STT (kalau di daerah lain?). Kegiatan-kegiatan STT seperti juga seperti kegiatan organisasi kepemudaan lainnya, namun (dari sudut pandang saya) kegiatannya lebih diarahkan pada kegiatan-kegiatan adat yang juga untuk membantu kegiatan-kegiatan banjar.

Seperti organisasi-organisasi lainnya, tentunya adanya STT yang aktif (dengan kegiatan-kegiatannya yang seabrek), ada juga STT yang adem ayem melempem yang hanya mengadakan kegiatan saat HUT-nya saja, atau ada juga STT yang hanya tinggal papan nama terpasang di depan bale banjarnya. Hehehe… Untungnya STT Widya Bhakti termasuk STT yang aktif. Bisa dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan untuk menyambut HUT STT Widya Bhakti yang jatuh setiap 15 Maret. Ini belum dengan sebarek kegiatan yang dilakukan oleh Sanggar Tari dan Sanggar Tabuh yang juga dikelola STT Widya Bhakti.

Khusus dalam rangka HUT STT Widya Bhakti, setiap tahunnya dilaksanakan berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ini diikuti oleh tidak hanya warga STT Widya Bhakti, namun juga oleh warga banjar dan anak-anak yang disesuaikan dengan Tempekannya masing-masing. Jadi untuk beberapa pertandingan bisa diikuti oleh sampai 8 team (4 team dari warga STT dan 4 Team dari warga banjar) misalnya pada Loga Sepakbola STT Widya Bhakti.

Oya… mohon maaf saya tidak bisa membuat berita mengenai setiap kegiatan yang diadakan karena keterbatasan waktu dan tenaga yang saya miliki, di samping juga sangat padatnya kegiatan yang dilaksanakan yang tidak semua bisa saya ikuti. Jadi di sini saya hanya sebutkan jenis-jenis kegiatan yang dilaksanakan saja. Kebetulan juga di bawah ini saya sertakan screenshot baliho kegiatan (mohon maaf gambarnya tidak jelas berhubung diambil pake kamare HP dan waktu malam hari — nunggu jalanan sepi. Hehehe…).

Baliho KAMP 38

Jadi, kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh STT Widya Bhakti adalah sebagai berikut:

  • Liga Sepak Bola
  • Bulutangkis
  • Cerdas Cermat SD dan SMP
  • Quiz STT
  • Lomba Tari Bali
  • Dagongan
  • Tarik Tambang
  • Lari Lintas Alam
  • Billiard
  • Jalan Cepat
  • Tenis Meja
  • Lomba Makendang Tunggal
  • Catur
  • Lomba Canang Sari, Gebogan, dan Tamiang
  • Lomba Penjor
  • Kerja Bhakti

Adapun kegiatan-kegiatan ini sudah berlangsung dari tanggal 23 Desember 2007 yang sudah didahului dengan upacara pembukaan. Dan tentunya kegiatan ini akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 15 Maret yang merupakan tanggal STT Widya Bhakti yang mana pada tanggal tersebut diadakan acara malam kesenian sebagai puncak acara dari seluruh rangkain acara yang dilaksanakan. Semoga seluruh kegiatan STT Widya Bhakti bisa berjalan dengan lancar, dan STT Widya Bhakti bisa tetap ajeg sampai generasi-generasi berikutnya.

NOTE:

Berhubung besok mau galungan, Titiang jagi ngaturang Rahajeng Nyanggra Galungan lan Kuningan. Mogi-mogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa prasida mapaica karahayuan.


  • Share/Bookmark

9 Responses to “Tulisan Dalam Rangka Perayaan HUT 38 STT Widya Bhakti”

  1. devari says:

    parade bandnya siapa aja yang tampil bli? nanti klo bisa direkam dikit lalu di youtube-kan :)

    [Reply]

  2. anton says:

    bli made, ini kurang lengkap soal lokasinya. dija ne? :) nyen nawang nyanan kal milu ngalih bir ditu. hahaha..

    [Reply]

  3. wira says:

    kebetulan saya ketua STT dan STT saya termasuk adem ayem, maklum kendala klasik, “waktu dan dana”, itu selalu menjadi penghalang ketika kita mencoba membuat sesuatu. Selama ini kegiatan yg pasti berjalan adalah perayaan Nyepi (bikin ogoh-ogoh), perayaan Ulang Tahun dan tak ketinggalan adalah Bazzar (penggalian dana, hehehe)

    [Reply]

  4. aRya says:

    wah asik ney
    ikut nimbrung boleeeeee

    [Reply]

  5. heru gutomo says:

    lomba permainan gangsing, meriam bambu, balap egrang, ato permainan tradisional lainnya kok jarang (ato malah gak pernah) ada ya?

    [Reply]

  6. imcw says:

    Wah keren nih kegiatannya. Sangat positif.

    [Reply]

  7. imsuryawan says:

    @devari: beh, cuman band lokal Bli! Nggih kalo bandwith nya kuat tiang youtube kan! hehehe…

    @Anton: lokasinya kan ada di baliho nya, Bli! Sengaja ga ditulis di postingan biar nyari di baliho aja. :D

    @wira: yang penting ada kegiatan udah syukur, Bli!

    @Arya: boleh ikut nimbrung kok!

    @Heru Gutomo: wkwkkwkk…Mungkin selere pemuda kami memang agak modern. Tapi kalo masalah tradisional ada di seni budaya kok!

    @imcw: tengkyu!

    [Reply]

  8. [...] Tulisan Dalam Rangka Perayaan HUT 38 STT Widya Bhakti Intro [...]

  9. [...] Porseni ini adalah program kerja tahunan. Acara Porseni tahun lalu pernah saya posting juga di sini, dan di [...]

Leave a Reply

(required)

(required)

© 2010 IMS' Blog Suffusion WordPress theme by Sayontan Sinha